Google

Tuesday, May 30, 2017

Teori Belajar

Teori Kebenaran - Filsafat Ilmu

Slide ini untuk mendukung proses pembelajaran di Universitas Adi \Buana

Filsafat Ilmu Idola Sesat Frances Bacon



Sunday, May 7, 2017

Sambuta Rektor Universitas Adi Buana, Wisuda Sarjana dan Pascasarjana



Berharap Rakhmat Tuhan Yang Maha Esa, semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada kita semua, Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
        Awalan yang baik hari ini, kita telah rajut niat untuk menjemput harapan agar kita semua, warga besar Universitas Adi Surabaya, mendapat berkah rakhmat dari Tuhan Yang maha Esa. Karena untuk kesekian kalinya Universitas Adi Buana mengantar lulusannya menuju ranah pengabdian. Disertai semangat pagi yang menggelora disanubarinya yang selalu menjunjung tinggi profesinya, dan tidak penah lelah meneguhkan keasadaran untuk selalu memperbaiki citra diri, di persada pertiwi. Semoga niatan kita ini diberkahi oleh Tuhan, karena berkah itu mulai adanya dan tidak lapuk dimakan usia.
       Perkenankan pada hari yang penuh suka cita ini saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh hadirin,  orang tua, isteri/suami, kakak adik dan keluarga wisudawan, telah hadir memberi makna dan tanda hormat kepada seluruh wisudawan. Kehadiran akan memberi penguatan dalam berkiprah dimasa depan.
Kemudian salam takzim  kepada pendiri universitas yang kali ini hadir menyemangati kami, dari relung hati beliau, doa ikhlas beliau sertamerta juga memberikan rasa bangga kepada para wisudawan dan keluarga. Selanjutnya dengan penuh hormat saya sampaikan kepada Ketua dan pengurus PPLP – Badan Penyelenggara Universitas Adi Buana Surabaya, karena kehadirannya sebagai bukti komitmen yang tiada henti.

Para wisudawan, dan hadirin yang budiman.
Wisuda kali ini berada ditengah-tengah peringatan Dies Natalis 46 Universitas, tentunya memiliki makna tersendiri, dengan memontum yang mudah diingat serta penuh semangat, oleh karenanya sangat tepat kiranya diacara ini disamping bersuka cita kita berdoa agar alamater diberkahi rakhmat, berkah dalam mengembang cita citanya.

Kita semua harus sadar bahwa dalam era kemajuan yang dipenuhi dengan atmosfir yang sarwa elektronik, manusia seperti hidup diruang tanpa batas, berkomunikasi tanpa aral dan tembok penghalang. Di era ini tentunya akan memberi manfaat karena komunikasi akan hadir tanpa menunggu ruang dan waktu, semua prestasi akan mudah disebar dan terdokumenatsi dengan rapi dan terintegrasi. Namun juga sebaliknya jika kita sedang mengreasi kelemahan tidak menunggu waktu akan terviralkan, oleh karenanya kita semua selalu mengaharap kepada seluruh alumni menjaga marwah alamater. Kita jaga alamater dengan menabur bunga bunga prestasi, serta membenamkan dalam dalam tindakan yang kurang terpuji. Pasti dan pasti, saat akan datang kepada kampus kita jika pancaran niat baik selalu dimuliakan di hati dan benak kita.

Para hadirin yang berbahagia.
Tema Dies Natalis yang kita pilih kali ini adalah suatu bentuk keinginan yang juga  suatu harapan, agar kampus kita mampu beranjak ke level yang baik, dengan capaian terpuji, yakni ; Acangan mencapai nilai “A” untuk Akredritasi Institusi. Tema ini memberikan arah kepada seluruh civitas akademika termasuk para alumninya, agar bahu membahu, menggerakkan energi potensialnya, melipatkgandakan doanya, agar sambungan cita cita itu terespon utuh, menjadi butiran niat yang membesar dan sangat dahsyat.
Kita ketahui bersama bahwa mencapai AIPT “A” adalah impian yang didambakan oleh semua perguruan tinggi, sehingga kadang terasa berkompetensi, namun Universitas kita memandang dengan kacamata budaya, bahwa kita tidak mengedepankan bersaing, namun lebih terhormat dengan cara bersanding. Kita harus memasang niat terhormat, meraih dan meroce cita-cita dengan bermatabat menjujung rasa bersahabat. Adi buana sebagai universitas ingin maju bersama, ingin mengabdi bersama, dengan menggunakan alunan yang beralur benar, menanggalkan cara cara yang tidak memuliakan kekuasaan Illahi. Sadar atau tidak kemajuan teknologi komunikasi juga memiliki ajaran kejujuran dan logika yang benar, barang siapa yang abai dari kejujuran secara logika akan terjebak dalam kenistaan dengan kurun waktu yang tidak terlalu lama.
Akhirnya dengan memohon Tuhan Robbi pemilik langit dan bumi, perkenankan diacara ini saya sebagai rektor menyampaikan pesan pesan kepada wisudawan:

Pertama, Wahai para wisudawan, awali semua langkah pasti, dengan selalu ingat dengan Tuhan yang Maha Esa, hanya dengan pertolongan Tuhan,  manusia akan mencapai sesuatu yang utama. Karena keutamaan manusia itu label terhormat, dan merupakan hak prerogatif Tuhan semata. Dan di sinilah kita memintanya
Kedua, Wahai wisudawan yang mulia, membaca adalah modal utama bagi seorang orang yang disebut terpelajar, tanpa membaca maka apa yang kita lakukan seperti sungai yang kering kerontang. Melalui membaca akan mampu mengalirkan keindahan pikir, keluhuran mora,  serta menajamkan pisau analisa kita dalam menelaah semua problema. Membaca akan mengurangi kegundahan dan kegelisahan.
Ketiga, wahai Wisudawan yang berbudi, gerakan nalar untuk berkreasi, tapi basahi dengan hiasan yang penuh budaya dan seni, karena ketika nalar dipertontonkan, namun tidak diimbangi dangan kata hati, menjadi tidak berasa dan tidak berarti.
Keempat, Wahai para wisudawan yang budiman, jagalah negeri ini, pertiwi yang multivarian, yang semuanya hampir sarwa beda ini,  tetap menjadi Nusantara yang berbeda-beda tapi satu jua, dan tan hana dharma mangrua.
Kelima, Wahai Wisudawan yang penuh bahagia, jaga alamamtermu Universitas Adi Buana, dalam ranah martabat yang setia kepada kebenaran dan kejujuran.

Demikian sambutan ini, semoga langkah kita selalu di ridloi Tuhan yang maha Esa, dan selalu diberi keutamaan dalam segala suasana keberkahan aamiin. 
Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh



Retor Univerasitas PGRI Adi Buana

Djoko Adi Walujo, DBA

Friday, April 7, 2017

Streaming Langsung Djoko Adiwalujo

Monday, June 8, 2015

Tuesday, June 2, 2015

HYBRID LEARNING - BLENDED LEARNING SLIDE

Siapa saja boleh memanfaatkan Slide ini :

Thursday, May 28, 2015

BANGSA DAN NEGARA (PPKN) - DJOKO AW



Pertemuan II Pendidikan Kewarganegaraan ini membahas:



 Pengertian Bangsa
Nasionalisme
 Gagasan Tetang Negara

BANGSA DAN NEGARA


Pengantar


Pada tanggal 11 Maret 1882 di depan sidang Dies Natalis Universitas Sorbone-Paris, Ernest Renan mengemukakan pidatonya berjudul " Qu'est ce qu'une natin" ( Apakah bangsa itu).
Dalam pidato itu dapat disimak bahwa Ernest Renan meluncurkan keyakianannya bahwa bangsa adalah persoalan perasaan, soal kehendak [tekad] semata-mata untuk hidup bersama [ le desir de vive ensemble], yang timbul antara segolongan besar manusia yang nasibnya sama dalam masa lampau, terutama dalam penderiataan bersama.

Barkaitan dengan pemikiran diatas utamanya yang menyangkut persoalan hidup bersama, maka perlu dikenali lebih cermat hal ihwal pemahaman hidup bersama/berkelompok.


Pengelompokkan Manusia




Manusia dapat dikategorikan dalam berbagai kelompok :

1.      Pengelompokan atas dasar jenis kelamin secara konvensioanl dikategorikan menjadi dua laki-laki dan perempuan

2.      Pengelompokan atas dasar adat istiadat dan bahasa dikenal dengan berbagai kelompok suku bangsa, seperti, Jawa, Arab dan Rusia.
3.      Pengelompokan atas dasar ciri fisik biologi manusia, penggolongannya meliputi  ras seperti Monggoloid, Eropa, Melayu, dan Malanesia.
4.      Pengelompokkan atas dasar Iman dan Kepercayaan kepad Tuhan Yang Maha Esa, digolongkan kedalam agama
5.       Pengelompokkan berdasarkan Yuridis formal, manusia dikelompokan warga negara dan warga negara asing.
6.      Suku bangsa merupakan kelompok masyarakat berdasarkan kesamaan fisik biologis seperti warna kulit, bentuk wajah (hidung dan mata), bentuk rambut atau perawakkan.



 PEGERTIAN BANGSA:

Bangsa adalah unit politik yang mandiri, suatu kelompok teritorial dengan hak-hak kewargaan negara yang sama, yang membedakannya dengan kelompok-kelompok lain. Bangsa dalam negara bangsa mencakup jumlah kelompok masyarakat (berbagai suku bangsa dan ras) yang lebih luas dibandingkan bangsa dalam suku bangsa.
Kesamaan identitas kultural dalam bangsa lebih sempit cakupannya dari pada identitas kultural negara bangsa.

 
Bangsa dan nasionalisme



Nasionalisme dapat diartikan sebagai rasa mencintai bangsa yang telah memberinya kehidupan dan dimana seorang warga bangsa dilahirkan. Nasionalisme adalah rasa cinta tanahi air yang tertanam disanubari bangsa. Nasionalisme adalah keyakinan bahwa setiap bangsa mempunyai hak dan kewajiban untuk membentuk dirinya sebagai negara.



Bentuk-bentuk Nasionalisme :

 
Nasionalisme humanitarian:
Suatu bentuk nasionalisme yang toleran, didasarkan atas paham bahwa setiap bangsa memberikan sumbangan bagi kemanusiaan justru karena sifat-sifat karakteristiknya.
Nasionalisme Jacobin :
Suatu nasionalisme yang demokratis dalam semangatnya, tetapi doktriner dan fanatik terhadap bangsa lain
Nasionalisme  Tradisional :
Nasionalisme yang menekankan keunikan setiap bangsa dan perlunya mempertahankan tradisi dan sejarahnya yang khusus
Nasionalisme Liberal
Nasionalisme yang didasarkan atas gagasan pemerintah demokratis, sedang didunia diatur menurut asas hak setiap bangsa untuk menentukan nasibnya  sendiri
Nasionalisme Integralistik
Nasionalisme yang menekankan pentingnya bangsa diatas individu dan memperkuat negara sendiri dengan mengorbankan negara lain.

NEGARA:
Gagasan Tentang Negara
Berbagai pola pikir tentang gagasan negara banyak dilontarkan oleh para pakar yang antara lain sebagai berikut :
-          Roger H. Solatau
Negara adalah alat (agency) atau wewenang (authority) yang mengatur atau yang mengendalikan persoalan-persoalan bersama, atas dasar masyarakat.
-          Harold J. Laski.
Negara adalah suatu masyarakat yang dintegrasikan karena mempunyai wewenang yang bersifat memaksa dan yang secara sah lebih agung daripada individu atau kelompok yang merupakan bagian dari masyarakat itu.
-          Max Weber
Negara adalah suatu masyarakat yang mempunyai monopoli dalam penggunaan kekuasaan fisik secara sah dalam suatu wilayah.
-          Robert Maciver.
Negara adalah asosiasi (perkumpulan) yang menyelenggarakan penertiban di dalam suatu masyarakat berdasarkan sistem hukum yang diselenggarakan oleh suatu pemerintahan yang untuk maksud tersebut diberi kekuasan memaksa.
-          Mariam budiaharjo.
Negara adalah suatu daerah teritorial  yang rakyatnya diperintah (Governed) oleh sejumlah pejabat dan yang berhasil menuntut dari warga negaranya ketaatan pada peraturan perundang-undangan melalui kontrol menopolistik dari kekuasaan yang sah.

Pengertian Negara

Negara adalah suatu organisasi dalam suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya

Tugas Negara

1.      Mengendalikan dan mengatur  gejala-gejala kekuasaan yang sosial, yakni yang bertentangan satu sama lain, supaya tidak menjadi antogonisme yang membahayakan.

2.      Menorganisir dan mengintegrasikan kegiatan manusia dan golongan-golongan kearah tercapainya tujuan- tujuan dari masyarakat keseluruhan.



Karateristik Negara 

1.      Sifat memaksa, agar peraturan perundang-undangan yang dibuat ditaati sehingga ketertiban dalam masyarakat tercapai, dan kemungkinan timbulnya anakhisme dapat dihindarkan. Sifat memaksa dimaksudkan negara memilki kekuasaan untuk memakai kekerasan fisik secara legal.

2.      Sifat monopoli,  negar memiliki monopoli dalam menetapkan tujuan bersama

3.      Sifat mencakup semua [ all-encopossing]  berlaku untuk semua tanpa kecuali.


  Unsur dalam negara

-          Wilayah, Setiap negara mendudukan suatu wilayah tertenytu dan meilki batas  batas wilayah tertentu. kekuasan berlaku pada wilayah tersebut.
-          Penduduk, Setiap negara mempunyai pendiduk, dan kekuasaan negara menjangkau semua penduduk di dalam wilayahnya.
-          Pemerintah, setiap negara mempunyai suatu organisasi  yang berwenang untuk merumuskan dan melaksanakan keputusan-keputusan yang mengikat bagi seluruh penduduk di dalam wilayahnya.
-          Kedaulatan, Kedaulatan adalah kekuasaan yang tertinggi untuk membuat undang dan melaksanakannya dengan cara yang tersedia.



Teori tentang Negara.

  1. Teori Negara sebagai alat

Sebuah teori yang melihat negara sebagai sekedar alat dari sebuah kekuatan yang menguasaai negara . Teori ini dianut oleh kaum pluralis yang melihat negara sebagai arena tempat kekuatan-kekuatan yang ada di masyarakat saling bertarung. Kebijakan negara hanya merupakan resultante dari kekuatan-kekuatan yang ada.



  1. Teori structural
Sebuah teori yang menganggap negara memiliki kemandiriran, tetapi kemandirian ini bersifat relatif. Kemandirian ini lahir karena terjadinyan konfigurasi kekuatan-kekuatan yang ada.



  1. Teori Negara Bonaparte
Teori ini juga berbicara mengenati kemandirian relatif. Negara bonapartis melakukan tindakan-tindakan yang melawan kepentingan kaum borjuis.

  1. Teori persekutuan Segitiga [Triple alliance]
Teori ini berbicarta tentang tiga unsur : negara, kaum borjuis nasional dan modal asing.

BERIKUT SLIDE :